header image
Home arrow - Politik arrow Jangan Pernah Menyerah, Tetapi Juga Jangan Pernah Serakah dan Takabur !
Jangan Pernah Menyerah, Tetapi Juga Jangan Pernah Serakah dan Takabur !
Dikirim oleh Webmaster   
Lagu De Massive jangan menyerah seolah olah menjadi penyemangat bagi siapapun yang merasa kurang beruntung atau sedang terkena musibah untuk tetap menjalani kehidupan dan mencapai cita citanya. Sudah kurang lebih 5 tahun saya sampaikan bahwa peradaban dunia kedepan akan didrive oleh kejadian bencana yang menghancurkannya. Bencananya bisa alam yang semakin nyata akibat alam mengalami kerusakan yang luar biasa serta bencana akibat ulah manusia seperti keserakahan sehingga krisis keuangan global dimana berbagai Negara didunia terpaksa mengeluarkan ratusan milliard dollar atau juga oleh bencana penyakit akibat kerusakan alam dan moralnya sebagain manusia itu.

Bencana Gempa bumi di Haiti dan di Chili adalah contoh nyata bahwa ternyata bencana itu dating begitu dahsyat walaupun bgt Chilli karena pernah mengalami bencana yang lebih dahsyat pada tahun 1960an mereka jauh lebih siap dibandingkan Haity yang sebenarnya skalanya jauh lebih kecil dibandingkan Chilie. Walaupun begitu haity dan chili mengalami kaejadian yang mengejutkan setelahnya karena warganya beramai ramai melakukan penjarahan. Situasi ini terjadi bisa jadi memang kondisinya sangat memaksanya.

 

Diantara kedua kejadian Gempa bumi tersebut ternyata di Eropa juga terjadi badai salju yang menewaskan 70an warganya dan ini menambah korban yang telah jatuh juga pada saat musim dingin kali ini. Disisi lain juga diberitakan bahwa Gunung Es diantartika telah pecah dan saat ini sedang mengambang dalam jumlah sangat besar. Kondisi ini sungguh luar biasa.

 

Sebuah diskusi saya dengan Mas TEN dan Pak Dikky sahabat saya yang kebetulan ditugasi oleh republic ini untuk soal perubahan iklim ini mengatakan bahwa sekarang para ahli bingung, karena ternyata bukan hanya pemanasan Global saja yang terjadi tetapi juga saat ini ( ketika itu bulan January 2010) para ahli melihat bahwa Eropa, USA dan China mengalami musim dingin yang sangat luar biasa dibandingkan sebelumnya. Para ahli merasa bingung dengan kondisi ini. Tetapi nyatanya bencana terus datang.

 

Pada tahun 2007 saya dengan pak Budiman kebetulan bertemu dengan Prof  Anton lucas dari Flinders university  Adelaide Australia. Ketika itu kebetulan kami pernah diundang untuk menjadi narasumber dalam penanganan soal Bencana alam. Beliau menyatakan mustahil akan terjadi pendinginan suhu pada bumi saat ini. Saya waktu itu menyatakan bahwa pendapat para ahli bahwa ada juga yang mengatakan suhu dibumi sedang juga memberikan tanda tanda bahwa akan lebih dingin lalu saya tanyakan pendapat ini dan minta pendapatnya dari segi social tentunya.

 

Yang terjadi saat ini ternyata Iklim di bumi jika panas menjadi lebih panas sehingga beberapa orang tewas di Brasil dan jika menjadi dingin akan menjadi sangat dingin seperti yang terjadi saat ini di berbagai Negara yang sedang mengalaminya. Serta ada kecenderungan waktunya menjadi lebih panjang.

 

Sementara sebuah harian nasional di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2010 menyatakan bahwa bencana yang datang semakin sering. Apa ini artinya bahwa sudah semakin nyata bahwa saat ini Visinya umat manusia didunia ini adalah menangani bencana dan bersatu menciptakan perbaikan total dibumi ini atau juga sambil lebih sungguh sungguh mencari tempat lain dialam semesta ini sebagai tempat tinggalnya yang baru tentunya bisa jadi dengan berbagai penyesuaian?.

 

Mengecewakan sekali memang ketika melihat bahwa pertemuan Kopenhagen tidak menghasilkan kesepakatan apapun yang segera dapat menjadi jalan bersama dalam rangka mengantisipasi bencana bencana yang sudah semakin nyata datangnya ini. Saat ini para pemimpin dunia masih melihat bahwa bencana yang dihadapan rakyatnya diseluruh dunia ini masih dalam kerangka marketing program, alat dan posisi tawar sehingga belum memandangannya sebagai sebuah kenyataan yang dimana sulit untuk dielakan lagi.

 

Dan jangan lupa bahwa yang ditulis sedikit ini adalah baru bencana alam yang sebenarnya bisa saja merupakan bagian dari pemulihan alam itu sendiri jika dilihat dari  kerangka alam semestanya tetapi bagi manusia menjadi bencana yang tidak terelakan.

Belum lagi bencana yang muncul akibat ulah manusianya.

Pertanyaannya apakah ini sebuah proses yang biasa saja sehingga tidak dianggap krisis kemanusiaan ? atau ini memang tidak perlu di Deklarasikan sebagai krisis tetapi setiap Individu, masyarakat, institusi dan Negara serta mungkin Negara Negara harus terlibat aktif dalam mewujudkan solusinya. Sebabnya sangat jelas karena bencana makin cepat datang dan semakin meluas kerusakannya serta kemampuan merehabiltasi kalah cepat dengan terjadinya bencana lain ditempat lain sehingga komunitas tidak punya pilihan selalu punya rasa tolong menolong yang kuat dan solid.

 

II. Tolong menolong sebagai jawaban, jitu.

 

Pilihan sederhana ketika melihat cuaca extreme ketika musim panas dan dingin didaerah subtropika bumi. Apakah mereka akan bergerak kearah khatulistiwa seperti Indonesia, philipina, Malaysia, beberapa Negara di Amerika Tengah, dan Afrika. Alasannya pilihan ini tidak bisa lagi dianggap sepi karena Pola cuaca extreme ini akan terjadi beberapa tahun kedepan jika tidak ada perbaikan yang signifikan.

 

Indonesia bisa menjadi tempat yang menolong berbagai umat manusia lainnya jika lebih fokus kepada mempermudah proses parawisatanya dan menjaga keamanan serta mempersiapkan diri sebagai tuan rumah yang baik.

 

Dengan kondisi ini hampir pasti setiap tahun dan sepanjang tahun daerah daerah di Indonesia akan penuh oleh wisatawan dari seluruh dunia tergantung musimnya. Karena kenyataan beberapa warga dunia selama 5 bulan setahunya akan kepanasan dan kedinginan yang berlebihan sehingga minimal 10 bulan setahun parawisata di Indonesia akan ramai.

 

Sementara dengan fakta ini juga maka sekaligus penyelamatan alam dan mencegah bencana juga maka daerah parawisata di Indonesia sebaiknya anti gempabumi sehingga kalau terjadi gempa hanya getaran dan pusingnya saja yang terasa tidak terkena rerutuhan bangunan serta siap evaluasi jika terjadi tsunami. Begitu pada daerah tinggi dilakukan pencegahan longsor dan didalam kota dilakukan pencegahan banjir.

 

Dan yang paling penting sudah seharusnya dunia parawisata diIndonesia segera menanamkan nilai nilai agar alam semesta ini diselamatkan.

 

Kejadian gempa dichili memang menginspirasi bahwa jika tidak hati hati maka apartement akan menjadi kuburan masal yang susah dicegah. Rontoknya Hotel di padang juga sudah menginspirasi akan bahayanya bangunan bertingkat bisa rontok dan menjadi kuburan missal. Bagaimana tidak tanah ditengah kota sudah mahal maka pilihannya tinggal apartemen tetapi bagaimana dengan gempa, kebakaran dan kosongnya tanah dari air akibat tanah disedot berlebihan padahal jika musim hujan kota kota besar diberikan barokah air yang melimpah tetapi malahan menjadi banjir.

 

Khusus soal air laut yang suka masuk kedarat ini juga apakah ini bukan tandanya bahwa air air itu akan masuk ke perut BUMI karena sudah tahu bahwa dibawah tanah yang sedang diinjak tersebut sebenarnya sudah kosong atau tidak lagi sekuat sebelumnya sehingga jika tidak direcovery akan juga terjadi tanah ambrol. Ini kenyataan yang harus segera diantisipasi apakah dengan control kepadatan tanah dikota kota besar dan mengukur level air tanah serta keberadaannya di daerah daerah komersial kota besar.

 

Hal ini sangat penting diinformasikan kepada anak anak sejak dini sehingga lebih mencintai alam sekelilingnya dan tidak ikut merusaknya tetapi justru mulai melakukan perbaikan yang ia mampu dan sesuai dengan usianya.

 

Jika persiapan ini dilakukan bukan tidak mungkin Indonesia menjadi tempat yang nyaman bagi umat manusia dan menjadikan orang Indonesia berubah dari tadinya limbah pun diimport untuk ditanam karena dapat duit serta tanahpun disuntik berbagai kimia supaya mengikuti kebutuhan produksi, dengan kenyataan ini Indonesia bisa saja lebih menjadi Negara penghasil pangan yang sehat, tempat tinggal sementara ketika warga dunia lainnya diserang bencana dinegaranya walaupun jika mereka nyaman bukan tidak mungkin mereka akan menjadi Indonesia menjadi rumahnya dan tempat usahanya.

 

Ini dengan catatan bahwa semua bencana yang datang tidak lagi menjatuhkan korban ketika terjadi di Indonesia krn sudah diantisipasi. Bencana tidak bisa dilawan dan hanya bisa diantisipasi walau disisi lain ada juga pendapat bahwa bencana memang akan tetap datang jika proses alamnya harus seperti itu tetapi jika yang hidup diatas alamnya adalah orang yang membawa kebaikan dan kemaslahatan apalagi meminta dijauhkan dari bencana maka ketika bencana terjadi tidak akan sedahsyat seharusnya

 

Oleh karenanya sangat mungkin wisatawan akan lebih senang tinggal didaerah parawisata yang lengkap dengan perangkat kerjanya serta siap antisipasi terhadap bencana. Untuk melakukan hal ini tidak ada jalannya kecuali jika segenap bangsa Indonesia melakukan proses tolong menolong agar rencana ini bisa diwujudkan dalam beberapa bulan sehingga pada Bulan juni 2010 , berbagai daerah di Indonesia sudah bisa menerima dengan siap wisatawan dari Australia dan Selandia baru serta beberapa daerah yang kepanasan di Eropa dan USA. Begitu juga nanti pada akhir tahun akan menerima wisatawan dari USA, Eropa dan Japan, Korea dan China yang kedinginan. Sedangkan yang kepanasan dari wilayah amerika latin mungkin lebih memilih hawai dan karibia serta tempat di pasifik.

 

Disisi lainnya Indonesia juga sebagai Negara yang punya pembukaan UUD45 sebagai Negara yang dibangun sebagai bangsa yang ditugasi membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia sudah selayaknya selalu mengkomunikasikan dan mensosialisasikan bahwa serakah, sok kuasa dan penindasan harus segera diakhiri karena alam saat ini juga sedang menuju kepada kerusakan yang luar biasa. Dimana hubungannya?,… jika manusia serakah dan ditindas maka jalannya adalah merusak alam. Apakah dengan membabat hutan, pertanian yang menggunakan kimia tidak terukur serta merusak atau menambang serta meninggalkannya tanpa melakukan rehabilitasi kembali. Disinilah sebabnya keserakahan dan penindasan segera musti diakhiri.

 

Hasilnya kembali lagi tidak ada jalan lain tolong menolong itulah jalannya. Jangan terlalu kesulitan hidup dan membiarkannya sebaliknya jangan serakah jika punya kekuasaan dan kesempatan. Kehidupan ada baiknya diarahkan kepada kehidupan yang memastikan keberlanjutan peradaban umat manusia dimasa depan.

 

Dan jangan salah niat baikpun jika tidak hati hati bisa menjadi bencana ketika prosesnya sedang berjalan tetapi menghadapi masalah. Ini buktinya :

 

1. 15 Santri Inabah Kabur, Lima Ditemukan Tewas

Selasa, 2 Maret 2010 13:09 WIB | Peristiwa | Umum | Dibaca 74 kali

Tasikmalaya (ANTARA News) - Sebanyak 15 pasien yang menjalani perawatan mental di Pondok Inabah 17, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melarikan diri, Senin (1/3), dan lima di antaranya ditemukan tewas.

Pimpinan Inabah 17 H Yaya Mulyadi kepada wartawan di Tasikmalaya, Selasa, membenarkan kejadian itu. Sebanyak lima dari 15 pasien yang kabur itu ditemukan mengambang di sungai Citanduy, Senin malam.

Sebanyak lima pasien kembali lagi ke pondok Inabah, dan lima lagi masih dalam dalam pencarian.

"Ya memang ada yang kabur sebanyak 15 pasien, lima ditemukan tewas, lima
orang masih pencarian, dan lima lagi sudah kembali ke sini," kata Yaya Mulyadi.

Menurut dia, para pasien itu menjebol atap kamar pasien dan melintasi sungai besar yang ada di belakang pondok.

Ia menjelaskan mereka melarikan diri diduga karena merasa tidak bebas hidup di pondok yang menuntut kedisiplinan dengan aturan-aturan untuk dapat beribadah sungguh-sungguh dan menjadi orang yang taat beragama.

"Mereka mungkin melarikan diri karena tidak merasa bebas tinggal di Inabah yang disiplin untuk mendidik menjadi orang yang baik, sedangkan sebelumnya mungkin mereka merasa bebas," katanya.
(FPB/B010)

 

2. Rapat paripurna yang diprediksi sehari sebelumnya bisa lancer dan diprediksi panasnya saat voting atau ada argumentasi tenyata, pada kenyataannya beda

Paripurna Century
Paripurna Ricuh Karena Marzuki Pimpin Sidang Secara Otoriter
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

 

Jakarta - Sudah diprediksi sejak awal bahwa paripurna DPR soal Pansus Century akan berlangsung alot dan panas. Hal itu terbukti saat ketua sidang yang juga ketua DPR Marzuki Alie memaksakan menutup sidang paripurna. Marzuki pun dinilai otoriter sehingga mengakibatkan kericuhan .

"Ini semua terjadi karena dia (Marzuki) bersikap otoriter. Pimpinan DPR melakukan kejahatan konstitusional dengan cara seperti ini," kata Akbar Faizal usai paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/3/2010).

Menurut Akbar, keputusan bamus bisa dianulir dalam rapat paripurna karena tingkatan rapat bamus masih lebih rendah dibanding rapat paripurna. "Dalam tatib itu, bamus lebih rendah dari paripurna," tegas Akbar.

Akbar pun menjelaskan, majunya dia ke podium pimpinan bukan untuk menyerang pimpinan DPR. Tetapi menunjukkan bukti tatib yang memungkinkan parpipurna bisa membatalkan keputusan bamus. "Saya ke depan itu karena akan membacakan tatib, tidak ada itu (menyerang)," pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ganjar Pranowo. Menurutnya kericuhan ini terjadi karena ketua sidang terlalu bernafsu menutup paripurna. Padahal seharusnya, jika kondisi forum memanas, cukup diskors.

"Ini karena pimpinan sidang terlalu grusa-grusu. Kami sedih melihat ini. Harusnya dia tenang, bisa diskors kalau memang masih alot," papar Ganjar.

Untuk diketahui, kericuhan dalam rapat paripurna ini berawal saat Marzuki tidak mengubris interupsi yang mengusulkan sidang paripurna digelar sekali saja. Marzuki tetap mendasarkan pada hasil keputusan bamus yang mengatakan agenda paripurna hari ini hanya satu, mendengarkan penyampaian hasil Pansus Century.

(van/yid)

 

Semoga saja ada solusi yang lebih baik sehingga kejadian ini tidak menjadi bencana yang meluas.

 

 

III. Seperti tidak masuk akal jika harus membatasi kemampuan dan hasrat.

 

Selagi mampu kenapa harus membatasi hasrat dan keinginan. Banyak yang berharap mengumpul harta dan kekuasaan supaya keturunannya sampai 7 keturunannya paling sedikit akan tetap senang dan sebaiknya lebih senang atau meneruskan cita citanya. Hanya paling banyak setelah punya keturunan generasi ketiga sang Pnediri telah berpulang, sebagian sampai kepada generasi ke empat tetapi jarang yang sampai menyaksikan Generasi ke limanya lahir apalagi Berjaya,. Apalagi untuk generasi ke 6 dan 7 hampir dipastikan mustahil dan kalaupun ada sangat luar biasa karena paling tidak harus berumur lebih dari 150 tahun.

 

Apa artinya dari fenomena ini?. Bukankah ini menyatakan bahwa disinilah kita sebagai mahluk harus menyerahkan kepada alam walaupun tentunya dengan persiapan yang baik. Seperti diketahui bahwa didalam tubuh keturunan kita sdh ada dna leluhurnya sehingga inilah modal utamanya. Dan fakta ini kalaupun kita mempersiapkan factor eksternalnya hanya jika semuanya dilakukan bedasarkan keserakahan dan kekuasaan semata, apa jadinya?. Tenyata jika benar benar sekuatnya apapun niatnya oleh alam dikabulkan terbukti dengan kekaisaran kekaisaran yang besar dan zalim hanya setelahnya rontok hancur bahkan sebagian darinya lenyap terkena bencana yang luar biasa.

 

Lenyapnya akibat merusak Ini bisa terjadi kepada pribadi, keluarga, masyakarat, perusahaan, bangsa dan Negara. Semua bagaikan siklus apakah sebuah bangsa dihukum selama ratusan tahun, ribuan tahun atau puluhan tahun atau dilenyapkan sama sekali seperti Kaum Ad dan Samud.

 

Oleh karenanya semoga kita sebagai bangsa bisa selamat dari semua cobaan dan tangtangan zaman ini. Ada baiknya kita melihat bahwa semua yang menyulitkan bangsa dan umat manusia sekarang ini sebagai bagian dari cara alam alam dan pemilik alam supaya umat manusia dapat menyelamatkan peradabannya.

 

Oleh karenanya ada baiknya kita yang mebatasi diri sendiri dari pada dibatasi situasi dan kondisi sehingga proses itu menjadi bagian dari pengendalian diri dan peningkatan keimanan dari pada bencana dan hukuman yang terjadi.

 

IV. Alam memberikan tanda tandanya, apakah kita peka?.

 

Sebelum terjadinya Tsunami di Aceh beberapa senior dan Abah KH Tubagus Sangadiah sampaikan kepada saya bahwa kita berdoa agar tidak ada dan terkena bencana karena sepertinya aka nada bencana besar di Barat?...tenyata itu di Aceh….yang aneh kok sudah diprediksi dan kejadian ini berulang termasuk sebelum Yogya gempa, Gempa di Pangadaran, Tasikmalaya dan Padang termasuk gempa kecil di Banten sebanyak 2 kali.

 

Begitu juga adik ipar saya, mengatakan sebelum Gempa Tasikmalaya ada awan tegak lurus sehingga ketika ia melihatnya kembali sebelum gempa di padang ia sudah rebut dan memberitahukan saudaranya supaya hati hati dan berdoa supaya kita, keluarga dan siapapun tidak terkena bencana dan ternyata terjadi Gempa di Padang. Tadi pagi ia kembali rebut dan memberitahukan saudara dan teman temannya dan saya sendiri sebelum gempa di chilie merasakan bahwa ada tanda tanda sebaiknya kita tafakur dan berdoa. Tadi padi setelah saya dikabari istri saya sampaikan kepada teman teman supaya lebih hati hati dan berdoa supaya kita, keluarga dan masyarakat dijauhkan dari bencana.

 

Ternyata yang terjadi paripurna di DPR Ricuh dan mulai terjadi saling tuding menuding diantara sesama anggota Dewan.

 

Pertanyaannya apakah ini akan menjadi Bencana yang lebih besar?. Kita semua tentu tidak berharap demikian. Soalnya adalah sangat sederhana ketika siding ditutup Pimpinan sidang tanpa persetujuan hadirin yang sama sama juga mendapatkan mandate karena dipilih rakyat.

 

Tadi malam jika melihat di TV one dan metro TV tidak ada kesan bahwa kekisruhannya justru terjadi bukan pada substansi yang sedang dipermasalahkan.

 

Kita sebagai sebuah bangsa ada baiknya lebih bijak dan melihat bangsa keberlangsungan kebangsaan inilah yang harus dijaga sehingga ada baiknya tidak melakukan experiment yang jika dilakukan akan membuat kesulitan sendiri serta tidak bisa mengendalikannya.

 

Semoga saja tidak terjadi keributan yang meluas. Sekali lagi disampaikan hal ini terjadi tidak akibat perbedaan pandangan pada substansi yang sedang diperdebatkan tetapi kepada kecerobohan melaksanakan proses. Sungguh luar biasa.

 

Jika ketegangan ini terjadi lagi  maka persoalan yang sama terulang kembali dimana koalisi yang dibangun lebih dari 70% anggota diparlemen tetapi jika tidak dikelola secara baik ternyata menimbulkan soal yang ternyata tidak sederhana. Hal ini sudah diakui beberapa tokoh. Dan sekarang kisruh akibat sidang ditutup tanpa melakukan proses yang sebaiknya dan seharusnya dilakukan.

 

Dan kejadian kisruh yang bikin persoalan ini terulang kembali. Sungguh berat memimpin Negara jika pasukan yang dipercayanya ternyata malahan yang tidak sengaja atau kepeleset sehingga menimbulkan masalah yang seharusnya tidak terjadi. Resiko apa yang paling tinggi terjadi didalam gedung DPR ketika memimpin rapat serta ikut rapat selama semuanya menjunjung tinggi sebagai pemegang amanah para pemilihnya di daerah?...paling tinggi pukul pukulan, itu pun kecil kemungkinannya orang karokean juga bareng dan walaupun pada beda pertai tetapi pada dasarnya diantaranya juga berkawan baik. Apalagi menjadi anggota DPR dengan rakyat bukan hanya beda pendapat tetapi berbeda pendapatan. Saya kecewa ketika ada yang menyatakan bahwa kekisruhan kekisruhan ini memang diciptakan demi tujuan tertentu?...saya sungguh tidak paham maksudnya. Hanya kok terjadi lagi ya?. Belum lagi ketika marzuki alie juga mulai digayang mosi tidak percaya karena dianggap memperkeruh situasi?. Waduh jadi kemana mana nich persoalannya. Walaupun begitu jika hanya beda pendapat akan lebih terkendali dibandingkan perbedaaan ini dibenturkan diluar gedung DPR sehingga mempengaruhi masyarakat yang lebih luas. Ini terjadi akan lebih sulit mengendalikannya.

 

Disinilah kesabaran dan keimanan kembali diuji kepada para pemimpin bangsa ini.

 

Kita sebaiknya kembali mengingatkan kepada siapapun ada baiknya lebih menyadari bahwa kecenderungan terjadinya bencana jauh lebih kuat dibandingkan dengan kemungkinan lainnya. Oleh karenanya tidak ada pilihan lain khusus untuk bangsa Indonesia supaya bersatu perlu ditancapkan visi panjang yang langsung bisa direalisasi.

 

  1. Jembatan Jawa – Sumatera dan juga Jembatan Batam dan Bintan. Sederhana ketika hal ini mulai dibangun maka seperti juga di jawa Timur masyarakat ingin melihat dan merasakan rencana ini terwujud sehingga semua pihak mendukung yang dilakukan Pemerintah. Jika ini dalam 5 s/d10 tahun maka lumayan stabilitas dan fokus akan terjadi dalam kurun waktu itu. Dan untuk membangun konstruksi ini perlu dilakukan dengan segala kemudahan tetapi secara bertanggung jawab.
  2. Piala Dunia sepak bola di Indonesia tahun 2022. calonnya yang saya dengar jepan, korea, Qatar , Indonesia dan Australia. Jepang Korea baru saja 2002 mengadakan. Qatar pada bulan juni dan july panasnya luar biasa atau masalah iklim jadi kendala . Australia bukan asia. Indonesia Negara dimana kesebelasan yang nyabet kaki pemain lawan bertanding saja masih ditonton 20000 org, apalagi pertandingan penting dan prestise pasti penontonnya lebih banyak. Jika piala dunia dilaksanakan di Indonesia 2022 maka pada Bulan juni ini Indonesia di Afrika selatan disebut menjadi salah satu Nominator khan lumayan menjadi terkenal, apalagi jika ternyata terpilih dan diumumkan Indonesia sebagai tempatnya Piala Dunia sepakbola, sungguh pasti sangat positive.  Bangun stadion dan infrastruktur sudah pasti menjadi semangat saling tolong menolong anak anak bangsa. Belum lagi industri creative dan persiapannya akan menfokuskan anak anak bangsa untuk lebih tertib dan maju dalam rangka 2022 supaya pendapatan perkapita naik mencapai 4000 us dollar. Dan perlu diingat bahwa sebuah bangsa yang bisa menyaksikan pertandingan sepakbola secara tertib maka bangsa itu beradab. Lihat liga yang saat ini premier dan mendunia, padahal tahun 70an dan 80an masih bisa rusuh tapi sekarang penuh dengan kegairahan dan kegembiraan akibat masyarakatnya beradab. Dalam status saya dituliskan bahwa bangsa yang bisa mengadakan pertandingan sepakbola dengan tertib maka beradab..sayangnya beberapa hari kemudian ricuh di solo apakah Bonek yang disambitin dan membalas juga Bobotoh Persib yang dijuga disambitin. Serta ricuh penonton distadion sepakbola Manokwari dll. Hanya sungguh saying seperti juga pada kasus politik yang sedang berkembang terkuak kesan seakan akan pimpinan Negara tidak menyetujui dengan berbagai alasannya. Beberapa pihak mengatakan akibat tidak suka kepada Pssi dan pengusulnya?. Padahal ini sungguh luar biasa jika terjadi. Dalam pandangan saya, jangan jangan soal ini tidak pernah sampai dan dijelaskan apa adanya. Alasannya apa urusannya dengan PSSI saat ini?. Jika benar terjadi mau tidak mau Indonesia akan bentuk badan seperti menangani tsunami aceh, dengan pejabat yang ditunjuk Presiden dan melaksanakan amanah ini langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Lumayan Indonesia akan bergairah selama 12 tahun sampai 2022. Saya kira soal ini tidak sampai kepadanya secara jelas oleh pihak yang layak dan sangat mengerti persiapan dan perencanaanya. Jangankan seperti event strategis ini untuk inovasi yang sederhana tetapi sangat berguna saja Presiden pasti setuju, apalagi dengan event yang berdampak jangka panjang begini.
  3. Brigde masuk sekolah dan brigde sudah bukan lagi hanya oleh raga tetapi sebuah kebutuhan bangsa dimana anak anak bangsa supaya dibiasakan memahami kondisinya sehingga tahu bagaimana ia merepresentasikan aspirasinya dan meresponse aspirasi dan harapan orang lain. Dengan masyarakat pada main brigde manfaat utamanya pikiran lebih dilatih dan digunakan untuk kebaikan dan digunakan secara sehat. Nggak percaya silakan lihat yang saat ini dipakai untuk diadu domba, sudah pasti karena kesulitan ekonomi dan secara nalar dimanipulasi. Sungguh disayangkan.
  4. Para pengusaha eksportir yang menaruh uangnya diluar negeri dan para koruptor yang tidak menggunakan uangnya didalam negeri perlu diexpose dan diberikan sanksi seberat beratnya. Karena hanya mengeruk dan menghabisi kekayaan Negara tetapi tidak sama sekali memberikan manfaatnya.  Ini dilakukan secara tegas.
  5. Tolong menolong ini kongritnya membuat dilakukan segera sehingga masyarakat kalaupun hidupnya berat tetapi jelas punya masa depan. Kita tidak baik jika perjuangan para leluhur kita ini dipakai buat kesenangan dan main main saja. Memerdekakan negeri ini pengorbanannya tinggi sekali begitu mempertahankan kemerdekaan ini.

 

Walaupun situasi panas dan bencana masih banyak mengancam. Kita sebaiknya tidak dihantui berlebihan oleh ketakutan atau oleh fakta fakta tetapi marilah kita memandangnya sebagai bagian dari perjalanan kita semua dimana kita harus lebih mengedepankan langkah yang membuat banyak pihak menjadi lebih baik, itu jika sedang berkuasa. Dan segeralah melakukan pertolngan kepada sekelilingnya dan sesuai tanggung jawab yang diembannya.

 

Sebaliknya ketika menjadi orang biasa maka tidak ada pilihan selain mensyukuri yang ada pada kita saat ini. Kalau sedang sulit maka kita meolong diri kita sendiri dengan mensyukuri apa yang ada dan terus sabar berusaha. Tidak menggunting dan mengacaukan padahal punya kemampuan seperti itu dan pasti dapat “bagian lagi “ jika melakukannya tetapi tidak memilih itu sebagai langkah.

 

Serta jika sedang berlebih perlakukan kelebihan itu sebagai kemaslahatan dan kebaikan sehingga membawa barokah kepada keluarga dan sekelilingnya.

 

Sedangkan Indonesia sebagai sebuah bangsa sudah saatnya mewujudakan dan menancapkan target yang diwujudkan dalam jangka panjang tanpa memandang persoalan nasional ini lagi dari segi yang selalu abstrak dan sulit diukur. Wujudkan berbagai hal nyata sehingga akan mewujudkan hal hal yang abtrak itu kedalam kehidupan nyata yang dapat terasa membawa kebaikan.

 

Oleh karenanya jangan pernah menyerah dan takabur dalam menghadapi kenyataan ini.

 

Salam

Jakarta, 2 Maret 2010.

 

Agus Muldya Natakusumah

IndoSolution

 
< Prev   Next >
Advertisement
Tentang Kami